previous arrow
next arrow
Slider

PUJIAN DAN PEMUJAAN

Ada 3 unsur di dalam penyembahan kepada Allah, yaitu pujian, penyembahan dan
pemujaan. Kita sudah mempelajari penyembahan sekarang kita belajar pujian dan pemujaan.

A. PUJIAN

Pujian adalah bentuk pernyataan akan kebesaran Tuhan. Kesadaran akan keagungan,
kebesaran, kemuliaan yang begitu besar yang dimiliki oleh Tuhan akan membuat seseorang
terkagum-kagum dan dari hati yang menyala akan kebesaran itu maka dari mulutnya akan
keluar kata-kata pengagungan akan Dia.

Hati yang begitu meluap akan menyebabkan terekspresinya seluruh tubuh saat
memuji, oleh karena itu saat memuji tubuhnya akan bergerak dengan bebas dan terekspresikan
dengan penuh sehingga dia akan melompat,menari, berteriak.

Bentuk-bentuk dari gerakan tubuh merupakan ibadah kita kepada Tuhan bahwa
seluruh tubuh kita adalah milik Tuhan sehingga tubuh ini kita pakai untuk membesarkan atau
mengekspresikan kemuliaan Tuhan. Orang yang hatinya meluap akan terlihat dari gerakan
tubuhnya kalau seseorang yang hanya bertepuk tangan tanpa ekspresi muka atau gerakan tubuh
berarti api di dalam hatinya belum menyala-nyala.

Setiap kata-kata di dalam lagu pujian mempunyai arti dan apakah kata-kata itu
mempunyai arti di dalam hidup kita? Apakah kita belum mengalami arti dari kata itu? Atau arti
kata itu sudah terbiasa didengar? Orang yang pernah mengalami kebesaran Tuhan akan
mengiyakan dan bersukacita, dia mengenal Tuhan yang melakukan perkara di dalam hidupnya
dan bersyukur sekali atas kebaikkan Tuhan.

Sukacita yang meluap akan membuat tubuhnya bergerak dengan bebas tidak kaku atau
tanpa malu bahkan Paulus di dalam I Tim 4:8, mengatakan latihan badani terbatas seperti olah
raga tetapi ibadah berguna dalam segala hal artinya di dalam ibadah selain mendapatkan
kekuatan rohani tetapi juga mengandung unsur gerakan-gerakan menggantikan bentuk dari
olahraga artinya kita memuji dengan gerakan itu juga berarti berolah raga.

B. PEMUJAAN

Pemujaan adalah bentuk penyataan akan otoritas yang dimiliki oleh Tuhan atas
kehidupan kita. Waktu yang digunakan saat pemujaan adalah waktu pengakuan akan hak
Tuhan atas hidup kita sehingga kita mengatakan,”Tuhan Engkaulah Tuan atas hidupku Engkau
mengatur hidupku, keluargaku, pekerjaanku, pelayananku dan aku mempercayai semuanya
sebab Engkau adalah Tuhan penciptaku.

Setelah kita memuji, menyembah, memuja dan ketika kita melakukan semuanya
dengan benar sekarang waktunya Tuhan menyatakan hadiratNya, kita berdiam diri hanya
menikmati hadiratNya dan di dalam hadiratNya Dia memberikan apa yang kita butuhkan
seperti kasih, urapan, hikmat, kekuatan baru, kelegaan, dll.

Tuhan akan memberikan upah kepada orang yang bersungguh hati kepadaNya dan
melimpahkan kekuatanNya tapi ini terjadi ketika kita sungguh-sungguh datang dimana saat
kita datang kepadaNya kita lebih mementingkan Tuhan daripada masalah kita. Tuhan akan
sangat menghargai orang yang mengasihi Dia lebih dari masalahnya atau apapun yang di
dalam dunia (2 Taw 16:9).

Ketika kita mementingkan Tuhan, Tuhan akan bekerja di dalam diri kita untuk
membereskan setiap masalah kita karena kita dianggap sebagai bejana yang bersih, tidak ada
ketakutan, atau hal-hal yang jahat yang menjadi penghalang Tuhan bekerja.