previous arrow
next arrow
Slider

PEPERANGAN ROHANI 2

A. Akar Dari Penyebab Peperangan

Pada pelajaran sebelumnya kita belajar bahwa peperangan terjadi ketika dosa mulai terjadi di muka
bumi. Peperangan dimulai ketika dosa merajalela dan kejahatan menguasai dunia dengan iblis sebagai
penguasa, jadi akar dari penyebab peperangan adalah dosa dan dimana dosa ada disitu pasti ada roh jahat
yang sedang bekerja. Oleh karena itu untuk melakukan peperangan kita harus tahu dosa yang terjadi dan
roh jahat yang berkuasa.

Dosa yang kita ketahui maka kita bisa mengetahui roh jahat yang bekerja dan setelah kita mengenal
roh jahatnya kita bisa memeranginya dengan kekuatan Tuhan. Pengetahuan ini membuat ketika kita
mendoakan seseorang, rumah, kota, dll kita tahu apa yang kita hadapi dan meminta hikmat dari Tuhan
bagaimana cara menghadapinya.

B. Peperangan Dengan Roh Jahat

Peperangan dengan roh jahat adalah berhadapan dengan kuasa iblis yang dipunyai oleh roh jahat
itu, oleh karena itu kita harus punya pengetahuan yang cukup di dalam menghadapinya. Peperangan adalah
berkelahi atau mengadu kekuatan antara kita sebagai anak Allah dengan roh jahat. Tuhan Yesus pernah
berkata bahwa nilai musuh terlebih dahulu sebelum berperang sehingga kita tidak mengalami kerugian
(Luk 14:31-32) artinya minta pewahyuan bagaimana cara menghadapi musuh atau roh jahat yang
menguasai seseorang, rumah atau kota.

Pewahyuan dari Tuhan membuat kita siap menghadapi musuh kita, mungkin Tuhan menyuruh kita
berpuasa karena musuhnya cukup kuat sehingga dibutuhkan puasa untuk membuat kekuatan kita menjadi
bertambah, mungkin juga taktik untuk mengalahkan si jahat. Yang terpenting di sini adalah hikmat Tuhan
yang harus kita peroleh agar peperangan dapat kita menangkan dan kita tidak mengalami kecelakaan.

C. Roh Jahat Mempunyai Kekuatan Yang Berbeda-beda

Dalam Efesus 6:12 , dijelaskan bahwa ada jenis-jenis roh jahat yang berkuasa dan itu berbicara
tingkatan-tingkatan dari kekuatan roh jahat dalam menguasai sesuatu bisa itu orang, rumah, daerah tertentu
atau kota. Tuhan Yesus dalam Lukas 11:21-22, mengajarkan bahwa kekuatan musuh juga bisa
mengalahkan orang kristen jika dia sendiri kekuatannya lebih rendah dari roh jahat.

Peperangan rohani harus mempunyai informasi tentang kekuatan musuh sehingga kita bisa mencari
taktik untuk menghadapi roh jahat itu dan memenangkan peperangan. Peperangan melawan roh jahat
bukanlah sembarangan atau meremehkan kekuatan musuh dengan mengatakan Yesus lebih besar, benar
Tuhan Yesus itu berkuasa tetapi apakah kekuatan Tuhan di dalam diri kita sudah lebih kuat dari kekuatan
musuh, masalahnya bukan nama Yesus tetapi apakah orang itu punya urapan dan otoritas untuk bisa
memakai nama Yesus yang berkuasa.

Informasi yang kurang, merasa lebih kuat, meremehkan kekuatan musuh, mengabaikan nasehat
orang lain, ketidaksehatian di dalam team, punya masalah pada saat peperangan, tidak siap, tidak membuat
perlindungan, dll dapat menjadi bumerang pada saat kita melakukan peperangan, roh jahat akan mencari
kelemahan di dalam pertarungan yang terjadi untuk menjatuhkan orang kristen. Ketika kelemahan itu ada
maka setan akan melemparkan panah-panahnya bisa berupa sakit penyakit, kecelakaan, ketakutan, dll
untuk menghancurkan orang kristen yang mengusik keberadaannya.

Peperangan harus dipimpin oleh Tuhan, libatkan Tuhan di dalam peperangan dan jangan
menganggap karena punya kekuatan kita tidak membutuhkan pertolongan Tuhan. Tuhanlah pemimpin
peperangan dan Dia ingin memakai kita anak-anakNya untuk menghancurkan setiap kuasa-kuasa
kegelapan yang menguasai banyak orang, rumah, daerah, kota maupun negara.