previous arrow
next arrow
Slider

OTORITAS PERKATAAN

Tuhan Yesus pernah berkata dalam Yohanes 6:63, bahwa perkataan itu sebetulnya
adalah roh tetapi apakah itu menghidupkan atau mematikan tergantung apa yang diperkatakan.
Maksud roh adalah ketika diperkatakan kata-kata itu berbentuk roh, roh dalam hal ini
berbentuk secara umum seperti kata ‘air’ dipergunakan secara umum tetapi banyak jenisnya
seperti air minum, air untuk mandi, demikian juga perkataan berbentuk roh dimana secara roh
akan terlihat ketika kita berkata-kata kalau itu mengandung hal yang jahat maka roh itu
berbentuk hitam yang berarti kematian tetapi jika itu hal yang benar akan terlihat berbentuk
putih atau terang yang berarti kehidupan.

Sejak manusia diciptakan Allah menaruh kuasa di dalam perkataan manusia. Allah
memerintah manusia untuk menguasai dan menaklukkan bumi. Dengan peralatan apa Adam
dapat menaklukan bumi? Apa dengan cara memakai benda tajam untuk menakuti misalnya
binatang? Allah menaruh kuasa itu dimulut Adam agar ketika dia berkata maka ada otoritas
yang keluar dari mulutnya sehingga apapun yang dia suruh maka binatang tersebut akan
mengikuti apa yang dikatakannya.

Walaupun manusia jatuh dalam dosa kuasa perkataan tetap ada di dalam mulut manusia
tetapi tetapi perkataannya lebih banyak digunakan untuk kematian daripada kehidupan seperti
Amsal 18:21 katakan dimana hidup manusia tergantung perkataannya.

Banyak orang kristen tidak menyadari akan bahaya perkataannya, tidak mau berhati-
hati di dalam perkataan. Yakobus 3:2-8 menjelaskan bahwa lidah sebagai anggota yang kecil tetapi kalau tidak pernah menguasai akan menjadi racun yang mematikan yang dapat
membunuh diri sendiri maupun orang lain.

Kalau kita menyadari betapa seringnya kita mengeluarkan kata-kata yang kotor atau
jahat yang membuat mulut kita menjadi kotor tetapi dari mulut ini juga kita berkata-kata
memuji Tuhan atau mungkin dipakai untuk bernubuat. Apakah Tuhan akan memberikan
otoritas kepada orang yang mulutnya tidak bisa dipercaya karena mendua? (Yak 3:9-12).

Kalau kita ingin punya otoritas terhadap kuasa gelap, atas sakit penyakit atau hal yang
lain di dalam kehidupan kita dan ketika keadaan mendesak kita membutuhkan otoritas perkataan dan kita tidak punya kuasa untuk menundukkan, jelas kita harus merubah perkataan
kita dan meminta Tuhan membersihkannya? Bagaimana cara membersihkannya?

  1. Tuhan Yesus berkata di dalam Matius 12:33-37 Tuhan berkata bahwa akar dari mulut
    yang jahat adalah “HATI” kalau hati kita bersih maka perbendarahannya baik sehingga
    keluar dari mulut kitapun baik. Oleh karena itu kita harus sadar bahwa hati kita harus
    dibersihkan dari hal yang jahat.
  2. Dari mulut ini tidak boleh keluar 2 hal yang berbeda oleh karena itu kita juga minta
    ampun dan minta Tuhan membersihkan mulut kita dari perbendaraan yang jahat. Ketika
    seseorang mengucapkan hal-hal yang jahat maka mulutnya menjadi kotor sehingga
    perlu dibersihkan walaupun mungkin itu yang sudah bertahun-tahun yang lalu.

Kalau kita ingin mempunyai otoritas dalam perkataan di setiap aspek kehidupan kita
maka perkataan yang kita keluarkan haruslah yang benar dan dari hati yang benar juga sebab
mungkin kata-kata yang benar tetapi dari hati yang marah maka yang keluar dari mulut kitapun
berupa api yang bisa melukai orang lain sebab yang dari Tuhan walaupun bisa berupa api tetapi
karena dari hati yang benar api itu akan membakar dosa yang ada di dalam diri seseorang yang
akhirnya akan menyadarkan orang itu.

Berhati-hatilah terhadap perkataan yang keluar dari mulut sendiri karena kita akan
memakan buah dari perkataan sendiri.