previous arrow
next arrow
Slider

KUASA PERKATAAN

Kehidupan manusia ditentukan oleh perkataannya sendiri, ucapannya menentukan kehidupan
masa depannya. Kita baca di dalam Amsal 18:21 dimana jelas dikatakan kehidupan atau kematian
yang kita dapati tergantung perkataan mana yang sering kita perkatakan.

Orang yang selalu berkata-kata tentang hal yang baik atau positif akan menuai hal yang
positif tetapi jika ia selalu berkata hal yang jahat, menggerutu, selalu negatif maka ia akan menuai
hal yang jahat pula. Perkataan yang keluar dari mulut kita selalu ada harganya ketika dinilai itu
positif maka Tuhan yang bekerja, jika dinilai itu negatif maka setan yang bekerja. Jadi pilihan ada di
manusia siapa yang ingin bekerja di dalam hidupnya Tuhan atau setan.

Siapa yang menyukai perkataannya akan mendapatkan buahnya. Bagaimana kehidupan
seseorang terlihat dari perkataannya. Orang kristen yang selalu berkata dari sudut pandang Tuhan
atau alkitab dalam setiap keadaan yang dialami akan mendapatkan kehidupan seperti ketenangan,
pengharapan, ketekunan sebab dia mengundang Tuhan di dalam perkataannya untuk kehidupannya
sedangkan orang kristen yang selalu berkata negatif, menyalahkan, menggerutu atau selalu
menyatakan ketidakpuasan akan mendapatkan kematian seperti ketakutan, stress, kebingungan dan
kehancuran sebab dia mengundang iblis di dalam perkataan untuk kehidupannya (Amsal 13:3).

Bagaimana menentukan perkataan kehidupan atau kematian yang keluar dari mulut dan
bagaimana cara menguasainya? Jawabannya dari perkataan Tuhan Yesus di dalam Matius 12:33-37.
Sebuah pohon yang baik ia akan menghasilkan buah yang baik kalau buah yang tidak baik berarti
pohonnya tidak baik demikian orang yang perkataannya negatif berarti di dalam dirinya ada yang
tidak baik dan orang yang perkataannya menyenangkan, hal itu keluar dari dalam dirinya yang baik.
Apa yang menjadi sumbernya? Yaitu HATI.

Hati merupakan sumber kehidupan seseorang, hati yang baik akan menghasilkan kebaikan
dan hati yang jahat akan menghasilkan kejahatan. Firman Tuhan berkata,” Jagalah hatimu dengan
segala kewaspadaan sebab dari situlah terpancar kehidupan”. Kehidupan kita akan terlihat dan orang
lain akan merasakan buah dari hati kita melalui perkataan, perbuatan. Orang yang mempunyai hati
yang baik orang sekitarnya akan merasakan kehidupan tetapi jika orang yang mempunyai hati yang
tidak benar maka orang sekitarnya akan merasakan dampak dari keadaan hatinya seperti orang yang
kepahitan dimana hatinya pernah dikecewakan ketika berhadapan dengan orang lain perkataannya akan ketus, tajam, menjelekkan dan curiga, orang yang bersikap seperti itu tidak menyenangkan
sehingga tidak disukai oleh orang lain.

Hati yang bersih akan menghasilkan kehidupan untuk diri sendiri, keluarga dan orang sekitar
kita. Minta Tuhan membersihkan hati kita jika ternyata ada perkataan yang jahat sering tanpa sadar
kita ucapkan. Kalau hati kita bersih maka perkataan kitapun bersih tidak kotor. Periksa kalau masih
ada perkataan yang masih kotor dan minta Tuhan bersihkan hati kita dan mulut kita.